Home / Kisah Inspiratif / KETIKA ALLAH HUJANKAN BATU-BATU (Belajar dari kisah Nabi Luth ‘alaihissalam)

KETIKA ALLAH HUJANKAN BATU-BATU (Belajar dari kisah Nabi Luth ‘alaihissalam)

Suatu ketika, Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam didatangi oleh dua malaikat yang menyamar dalam wujud dua orang lelaki tampan. Keduanya datang untuk memberikan kabar gembira kepada Nabi Ibrahim, bahwa istrinya, Sarah, akan dikaruniai anak laki-laki. Di samping itu, kedua malaikat tersebut juga memberikan kabar ‘buruk’ bahwa Allah akan menimpakan hukuman berupa hujan batu dari langit kepada penduduk Shodom dan Ghomoroh, juga beberapa kota disekitarnya. Mendengar berita tersebut, nabi Ibrahim terperanjat dan terguncang hatinya, bukankah saudaranya (keponakan) Luth berada ni Negeri tersebut? Akankah Luth dan keluarganya juga termasuk yang akan dihabis dalam peristiwa adzab tersebut? Bukankah jika adzab Allah menimpa suatu kaum, juga akan menimpa kepada seluruh penduduknya tanpa pandang bulu?

Itulah beberapa pertanyaan yang membuat hati Ibrahim ‘alayhissalaam menjadi masygul dan gelisah dengan peristiwa yang akan menimpa. Ibrahim memberanikan diri untuk bertanya kepada kedua malaikat itu tentang bagaimana nasib saudaranya jika adzab itu ditimpakan kepada mereka. Dengan tetap tenang kedua malaikat itu meyakinkan Nabi Ibrahim bahwa Luth, keluarga, dan pengikutnya akan diselamatkan, akan tetapi istrinya tidak. Betapa lega Nabi Ibrahim mendengar penuturan kedua malaikat tersebut. Setelah semua urusan dengan Nabi Ibrahim selesai, maka kedua malaikat tersebut segera pamit diri meninggalkan Nabi Ibrahim dan langsung menuju ke perkampungan Shodom.

Singkat cerita, sampailah kedua malaikat itu di perkampungan Nabi Luth. Kedua malaikat itu –setelah Luth mengetahui kedua malaikat yang menyamar sebagai manusia itu- kemudian menyampaikan perintah Allah agar Luth dan pengikut setianya harus segera meninggalkan perkampungan. Mereka terus berjalan tanpa menoleh sama sekali ke belakang. Sebab jika mereka melanggar, mereka akan ditimpakan adzab berupa hujan batu jatuh dari langit. Na’udzubillaah.

Tepat setelah subuh, datanglah siksaan Allah kepada penduduk Shodom, bumi dibalik, yang diatas menjadi di bawah, dan di bawah menjadi dii atas. Batu-batu panas menerpa mereka, hujan api dan batu telah mengubur seluruh diri dan harta benda mereka. Termasuk isteri nabi Luth yang khianat, ia terkubur bersama kaumnya.

Malam itu, sebagaimana layaknya kota-kota lain yang dipenuhi oleh para pengumbar nafsu dan syahwat, Shodom sedang berpesta pora. Laki-laki dan wanita-wanita jalang berbaur dengan pasangan masing-masing yang sejenis. Minuman keras, judi, dan music semakin melengkapi suasana malam itu sebelum datangnya adzab. Mereka tidak menyadari bahwa malam itu adalah terakhir mereka berpesta. Semakin larut malam, semakin brutal dan semakin gila pesta yang mereka gelar. Hingga, tanpa disadari, tiba-tiba muncul kilatan cahaya dari langit yang datang dan menghujani perkampungan mereka. Ribuan batu-batu dengan ekor bercahaya ini bertubi-tubi menimpa perkampungan mereka. Ribuan batu-batu dengan ekor bercahaya ini bertubi-tubi menimpa perkampungan mereka. Shodom, Ghomoroh, dan perkampungan lainnya telah berubah menjadi kuburan missal yang menyisakan mayat-mayat hangus terbakar.

About ZulkifliMA

Check Also

QURBAN BERSAMA PENGHAFAL QUR’AN

?MARI BERQURBAN? Bersama Para Penghafal dan Pejuang Qur’an ? ? Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu’alaihi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *