Home / Akidah / Amalan Penghapus Dosa #1 Taubat Nasuha

Amalan Penghapus Dosa #1 Taubat Nasuha

Setiap manusia pasti melakukan kesalahan. Karena itu, yang perlu dibangun dalam diri setiap muslim, bukan hanya sikap hati-hati menjauhi dosa saja, tapi juga menumbuhkan sikap yang benar tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan ketika dosa itu terlanjur diperbuat. Ya, taubat nasuha adalah hal pertama yang harus dilakukan. Karena sesungguhnya taubat adalah kewajiban. Sebab manusia tak lepas dari kesalahan. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah bertaubat.”
(HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll)

Allah memerintahkan kita untuk bertaubat dengan taubat nasuha :
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu’min yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Tahrim : 8)

Taubat nasuha adalah taubat yang memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan oleh para ulama. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Para ulama berkata: “Taubat itu wajib dari setiap dosa, jika maksiat itu berhubungan dengan hak Allah dan tidak berhubungan dengan hak hamba, maka ada tiga syarat yang harus dipenuhi. Pertama, meninggalkan maksiat. Kedua, menyesali perbuatannya. Ketiga, bertekad untuk tidak mengulangi kembali.””
Apabila salah satu dari tiga syarat ini hilang maka taubatnya belum sah. Sementara apabila maksiat tersebut berhubungan dengan hak manusia, maka ditambahkan dengan syarat yang keempat, yaitu melepaskan hak tersebut dan mengembalikan kepada pemiliknya, baik berupa harta maupun sejenisnya.

Taubat nasuha dapat dilakukan dengan melakukan amal yang paling kuat untuk menghapus dosa, karena Allah belum akan mengampuni dosa seorang hamba tanpa ia bertaubat, kecuali apabila Allah berkehendak untuk mengampuninya.
Allah sangat suka pada hamba-Nya yang bertaubat. Sampai-sampai Allah lebih bergembira dibanding seseorang yang kehilangan hewan tunggangannya yang membawa bekalnya, lalu hewan tersebut tiba-tiba datang lagi kembali.

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat Muslim disebutkan,
“Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Karena sangat gembiranya, maka ia berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu.’ Ia telah salah mengucapkan karena sangat gembiranya.” (HR. Muslim).

About ZulkifliMA

Check Also

Perbintangan Berpengaruh terhadap Kehidupan Manusia

Benarkah bintang-bintang mampu mempengaruhi berbagai kejadian dan kehidupan manusia? Sebagian orang membaca masalah perbintangan (zodiak) …

2 comments

  1. Ustadz, byk sekali dosa2 besar yg tlh sy lakukn tnpa sy sadari, pergi ke org pintar/dukun, dn rutin pinjam uang riba di bank. Sy tdk tahu klo semuanya trmsuk dosa besar. Tp alhamdulillah melalui kajian2 ustadz zulkifli di youtube Allah tunjukkn pd sy klo yg sy kerjkn trmsuk dosa besar. Dan alhamdulillah bbrpa hri yg lalu sy sdh lakukn taubatan nasuhah. Sy menyesal ustadz dn malu pd Allah. Allah begitu syg pd hamba-Nya tp sy mlh berbuat dzalim pd Allah. Yg sy bingung ustadz, hutang riba sy di bank blm selesai, tp sy janji tdk akn pinjam uang riba lagi baik di bank, di koperasi atau di tmpat2 riba yg lain. Apakah Allah menerima taubat sy ustadz semntara hutang riba sy blm selesai? Jwbn ustad sy tunggu di email sy. Wassalam

  2. Mentari Ramadhania

    Assalamualaikum ustad,saya adalah seorang mahasiswi saya ingin sekali berhijrah ustad tp saya bingung bagaimana caranya,terkadang ada saja sesuatu yg membuat saya lalai untuk mengerjakan sholat,mohon bantuannya ustad.terima kasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *