Home / Akhir Zaman / Saat fitnah Duhaima’ Mendera

Saat fitnah Duhaima’ Mendera

Saat fitnah Duhaima’ mendera, silih berganti menimbulkan pengkikisan keimanan, sungguh, seorang muslim tidak boleh jika hanya mengandalkan kemampuannya sendiri. Kapanpun dimanapun, setiap muslim mutlak membutuhkan pertolongan dan penjagaan dari Alloh Azza wa Jalla. Juga memerlukan pertolongan dari orang-orang shalih disekitarnya. Tidak boleh ia bekerja sendirian. Jangan sampai seorang muslim seperti seekor domba di tengah kumpulan serigala. Setegar apapun seorang muslim bertahan, pada akhirnya kesendirian lah yang akan menjadi bumerang. Dan benar, sikap individual hanya akan berujung pada kegagalan, keruntuhan, dan kejumudan.

Saat fitnah Duhaima’ menebarkan racun-racunnya yang ganas, umat Islam dituntut untuk mempererat barisan dan memperkokoh kekuatan. Bukankah fitnah Duhaima’ bercirikan terkristalnya kekuatan musuh dalam kelompok munafik tulen? Oleh karenanya, umat muslim wajib membentuk kelompok mukmin sejati (fusthat iman). Sebuah kelompok ideal yang memiliki kekuatan ideologi, fisik, psikis, dan juga finansial. Tetapi, bagaimana cara membentuk fusthat iman tersebut? Apa saja visi, misi, unsur-unsur, dan syarat yang dibutuhkan untuk memuluskan jalan menuju pembentukan fusthat iman tersebut?

Kini… Marilah merenungkan secara mendalam beberapa doa yang diajarkan langsung oleh Al-Qur’an dibawah berikut ini,

رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

“Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi.” (QS.Ali Imran : 53)

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

 

Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kalian kepada Rabb kalian!” maka kami pun beriman. Yaa Rabb kami, maka ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.”” (QS. Ali Imran : 193)

Apabila kita merenungkan kedua doa diatas secara mendalam, maka sebenarnya semua kebingungan kita telah terjawab. Kedua doa tersebut telah merangkum syarat, unsur, dan jalan menuju terbentuknya sebuah fusthat iman. Bahkan juga memberi kabar gembira tentang buah akhir yang bisa dipetik dari fusthat iman. Kedua doa ini mampu mewujudkan sebuah benteng pelindung yang kokoh dari lontaran peluru fitnah Duhaima’.

(bersambung)

About ZulkifliMA

Check Also

TIDAK QONA’AH (Kajian Muslimah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *