Home / Salafush Shalih / Muhammad bin Muslim Az-Zuhri; Perawi Hadits yang Handal

Muhammad bin Muslim Az-Zuhri; Perawi Hadits yang Handal

Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdillah bin Syihab bin Abdullah bin Al Harits bin Zuhrah bin Kilab. Para ahli nasab berbeda pendapat tentang kapan beliau dilahirkan. Dahim dan Ahmad bin Shalih berpendapat bahwa Az Zuhri dilahirkan pada tahun 50 H. Khalifah bin Khiyath mengatakan bahwa beliau dilahirkan pada tahun 51 H. Pun demikian ada juga yang berpendapat bahwa beliau lahir pada tahun 56, dan 58 H.

Az-Zuhri banyak belajar dari para shahabat. Beliau juga meriwayatkan Hadits dari Anas bin Malik, Said bin Al Musayyib, Alqamah bin Waqash, Katsir bin ‘Abas, ‘Ali bin Al Husain, Urwah bin Az Zubair, Abu Idris Al-Khaulani, Abdul Malik bin Marwan, Salim bin Abdullah, Muhammad bin Nu`man bin Basyir, Abu Salamah bin Abdurrahman, dan yang lainnya.

Adapun yang pernah mengenyam pendidikan dari beliau diantaranya Imam Malik, Al-Layts, Ibn Abi Dza`ab, Sufyan ibn `Uyaynah dan Sufyan Ats-Tsawri, Zaid bin Aslam, Yahya bin Sa`id Al-Anshari, dan Atha` bin Abi Rabbah, meskipun dia lebih tua dari Az-Zuhri dan meninggal dunia duapuluh tahun lebih dulu sebelum beliau meninggal.

Ja`far bin Rabi`ah pernah bertanya kepada Al-Ara bin Malik, “Siapakah orang yang paling faqih dari penduduk Madinah?” Dia menjawab, “Kalau orang yang paling alim terhadap keputusan-keputusan Rasulullah, keputusan Abu Bakar, Keputusan Umar dan Utsman, dan yang paling faqih dalam masalah fiqih dan yang paling alim dengan urusan manusia yang telah lalu, dialah Sa`id bin Al Musayyib. Adapun orang yang paling banyak Haditsnya, dialah Urwah bin Az Zubair.”

Al-Ara berkata, “Maka adapun yang paling alim semuanya menurutku adalah Ibnu Syihab. Beliau mengumpulkan seluruh ilmu yang ada pada mereka ke dalam ilmu beliau.”

Suatu ketka Umar bin Abdul `Aziz bertanya, “Apakah kalian mau berjumpa dengan Ibnu Syihab?” Mereka menjawab, “Kami akan melakukannya.” Umar berkata, “Temuilah dia, karena sesungguhnya saat ini tidak ada yang tersisa dari orang-orang yang benar-benar paham tentang Sunnah Rasulullah, daripadanya.”

Al-Layts ikut berkomentar tentang gurunya itu, “Aku belum pernah melihat seorang ulama yang lebih spesialis daripada Az-Zuhri. Jika dia berbicara tentang keutamaan dalam ibadah, maka kamu akan berkata, ‘Tidak ada yang lebih baik penjelasannya dari dia.’ Ketika dia berbicara tentang nasab orang Arab dan Ajam, maka kamu akan berkata, ‘Tidak ada yang lebih baik penjelasannya dari dia.’ Ketika dia berbicara tentang Al-Qur’an dan sunnah, kamu juga akan mengatakan hal yang sama, “Tidak ada yang lebih baik penjelasannya dari dia.”

Abu Hatim berkata, “Orang yang paling tinggi ilmunya diantara para sahabat Anas ibn Malik adalah Az-Zuhri.”

Hafalan beliau banyak diakui oleh para ulama Hadits terkemuka. Ali bin Al Madani berkata, “Az Zuhri mempunyai sekitar 2000 Hadits.” Dan Abu Dawud mengatakan “Haditsnya 2200 Hadits, setengahnya Hadits musnad.”

Dan Az Zuhri sendiri pernah mengatakan, “Tidak ada satu Hadits pun yang saya lupa dan saya ragu kecuali satu Hadits, maka saya bertanya kepada sahabat saya tentang Hadits tersebut, maka ternyata ia sebagaimana yang saya hafal.”

Salah satu murid Az Zuhri, Amru bin Dinar pernah memuji gurunya tersebut, “Tidaklah saya melihat orang yang paling teliti terhadap Hadits daripada Az Zuhri. Dan tidak ada dinar dan dirham yang paling hina kecuali di sisi beliau. Tidaklah dinar dan dirham di sisi beliau kecuali bagaikan kotoran hewan saja.”

Pujian ini juga diamini oleh Imam Ahmad, beliau mengatakan, “Orang yang paling baik Hadits dan isnadnya adalah Az Zuhri .”

Umar bin Abdul Azîz berkata, “Wajib bagi kalian mengikuti Ibnu Syihab, karena tidak ada seorang pun yang lebih tahu tentang sunnah terdahulu daripada beliau.”

Ada cerita menarik tentang kecerdasan beliau ini. Pernah suatu ketika Khalifah Hisyam bin Abdul Malik meminta kepada beliau supaya mendiktekan bagi anaknya, maka beliau minta didatangkan seorang sekretaris kemudian mendikte 400 Hadits. Selang beberapa waktu Khalifah Hisyam bin Abdul Malik meminta kepada Az Zuhri mendikte kembali dengan alasan kitab yang dahulu sudah hilang, maka beliau meminta dipanggilkan sekretaris, maka beliau mendikte lagi kepadanya. Kemudian setelah Khalifah Hisyam menerima dan memeriksanya, ternyata tidak ada perubahan satu huruf pun dari yang pertama. Rupanya Khalifah hanya hendak menguji hafalan Az Zuhri.

Banyak nasehat yang disampaikan Az Zuhri. Di antaranya apa yang diriwayatkan Ayub bin Suwaid beliau berkata: Telah menceritakan kepada kami Yunus, bahwa Az Zuhri mengatakan, “Janganlah kalian mengkhianati kitab-kitab!” Saya bertanya: “Apa maksud dari mengkhianati kitab?” jawab beliau: “Yaitu menutup kitab tersebut.”

Yunus menuturkan bahwa Az-Zuhri pernah berkata, “Takutlah kamu dari membelenggu kitab.” Aku bertanya, “Apa maksud membelenggunya?” Dia menjawab, “Menggudangkannya (dan tidak dibaca).”

Mu`ammar meriwayatkan bahwa Az-Zuhri pernah berkata, “Jika suatu majlis itu terlalu lama, maka setan akan mendapatkan bagian dari majlis itu.”

Dan yang termasuk menjadi kegemaran Az Zuhri adalah menulis. Bahkan beliau menganggap teledor orang yang menghadiri majlis ilmu tanpa membawa catatan. Beliau berkata, “Menghadiri majlis ilmu tanpa membawa catatan adalah suatu kehinaan.”

Tidak lupa juga Ibnu Syihab az Zuhri senantiasa mengingatkan kepada para penuntut ilmu untuk mengaplikasikan ilmu pada amal nyata. Bahkan beliau menganggap orang yang tidak mau mengamalkan dan mengajarkan ilmunya sebagai orang yang ghulul (pengkhiyanatan). Beliau berkata, “Termasuk ghulul terhadap ilmu adalah jika seorang alim membiarkan ilmunya hingga lenyap dan tidak mau mengamalkannya hingga ilmu itu hilang. Ilmu itu lebih utama bagi orang yang bodoh, dan amal lebih utama dari pada ilmu bagi orang yang tahu.”

Kehidupan Az Zuhri yang penuh dengan ilmu dan hikmah. Beliau meninggal pada tahun 124 H, di umur 75 tahun di sebuah daerah wilayah Syam.

About ZulkifliMA

Check Also

KEKUATAN SEDEKAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *