Home / Akhlak / Mensikapi Air Kencing Bayi

Mensikapi Air Kencing Bayi

Bagi para orang tua, kadang kita merasa bingung saat anak kita ngompol di atas pakaian yang kita kenakan; sementara kita hendak shalat. Haruskah bergantai pakaian dan mengulangi wudhu?

Jika kita mengalamai masalah serupa, dan bayi yang kita pangku adalah bayi laki-laki yang belum mengkonsumsi makanan apapun selain ASI, maka cara mensikapinya cukup dengan memercikkan air (bukan mencuci) pada pakaian tersebut. Dan tidak perlu mengulang wudhu, karena air kencingnya belum najis.

Namun jika bayi lelaki itu telah mengkonsumsi makanan, maka pakaian yang terkena air kencing itu harus dicuci. Demikian halnya jika bayi itu adalah bayi perempuan. Baik sebatas mengkonsumi ASI, maupun sudah memakan makanan lain, air kencingnya semenjak lahir terhitung sebagai najis.

Ketetapan ini bersumber dari hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud dan lain-lainnya, sedangkan lafazhnya adalah dari Abu Daud. Abu Daud telah mengeluarkan hadits ini dalam kitab sunan-nya dengan sanadnya dari Ummu Qubais bintu Mihshan, “Bahwa ia bersama bayi laki-lakinya yang belum mengkonsumsi makanan datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam, kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mendudukkan bayi itu di atas pangkuannya, lalu bayi itu kencing pada pakaian beliau. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam meminta diambilkan air lalu memercikkan pakaian itu dengan air tanpa mencucinya.”

Dikeluarkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Pakaian yang terkena air kencing bayi perempuan harus dicuci, sedangkan pakaian yang terkena kencing bayi laki-laki cukup dipercikkan dengan air.”

Dalam riwayat lain disebutkan, “Pakaian yang terkena air kencing bayi perempuan harus dicuci, sedangkan pakaian yang terkena air kencing bayi laki-laki maka diperciki dengan air jika belum mengkonsumsi makanan.” 

About ZulkifliMA

Check Also

TIDAK QONA’AH (Kajian Muslimah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *