Home / Akhlak / Jagalah Lisan, Jangan Kau Kotori

Jagalah Lisan, Jangan Kau Kotori

Jagalah Lisan, Jangan Kau Kotori

Salah satu ciri seorang mukmin adalah ketika ia betul-betul menjaga dirinya dari perbuatan yang sia-sia dan tidak memberi manfaat. Semakin seseorang meleburkan dirinya dalam perbuatan yang penuh kesia-siaan, semakin tampak pula betapa buruk keislamannya. Semakin buruk keislaman seseorang, semakin dekatlah ia ke dalam keterpurukan. Lantas, hati akan mengeras dan sulit menerima kebenaran.

Termasuk dalam perkara bagaimana menggunakan lisan. Sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya dari banyak bicara yang tidak bermanfaat, dan hendaknya memperbanyak menggunakan lisan untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala.

“Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan sejauh-jauhnya manusia adalah yang hatinya keras.” (HR. Tirmidzi)

Lisan adalah salah satu rizki dari Allah yang begitu besar. Dan setiap rizki diberikan oleh-Nya, sudah sepatutnya disyukuri dengan sebenar-benarnya, yaitu dengan menggunakannya dalam perkara yang baik, dengan senantiasa dzikrullah, atau jika tidak, maka diam lebih baik.
Maha Suci Allah yang telah memberikan kita lisan, dan sungguh beruntung orang-orang yang bisa menjaga lisannya dengan baik. Setiap butir katanya mengandung hikmah dan menggugah hati siapapun yang mendengarnya. Namun sebaliknya, sungguh merugi orang-orang yang tidak mampu menggunakan lisannya dengan baik. Kata-kata yang terucap dari mulutnya bahkan lebih tajam dari sabetan pedang, Menurut pepatah Arab, “Al-Kalaamu yanfudzu ma laa tanfudzuhul ibaru”.

Artinya, perkataan itu bisa menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum (hati).
Maka sungguh, kewajiban setiap insan yang diberikan anugerah berupa lisan ini adalah, menjaganya agar jangan tergelincir ke dalam jalan yang dapat membawa kepada kebinasaan. Jadikan diam sebagai kebaikan daripada berbicara tapi mendatangkan kemudharatan. Sebab diam adalah emas, namun berbicara yang baik adalah berlian.

Rasulullaah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.” (HR. Bukhari, Muslim)

About ZulkifliMA

Check Also

UMRAH SUPER FULL I’TIKAF RAMADHAN 1439 H

informasi lebih lanjut, hubungi 0852 7212 4192

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *