Home / Tak Berkategori / Bukan Sekedar Pencitraan

Bukan Sekedar Pencitraan

Tawadhu’ adalah ridho jika dianggap mempunyai kedudukan lebih rendah dari yang sepantasnya. Tawadhu’ merupakan sikap pertengahan antara sombong dan melecehkan diri. Sombong berarti mengangkat diri terlalu tinggi hingga lebih dari yang semestinya. Sedangkan melecehkan yang dimaksud adalah menempatkan diri terlalu rendah sehingga sampai pada pelecehan hak.

Ibnu Hajar menuliskan di dalam Fathul Bari-nya, “Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu’ adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya.”

Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Tahukah kalian apa itu tawadhu’? Tawadhu’ adalah engkau keluar dari kediamanmu lantas engkau bertemu seorang muslim, dan saat itu engkau merasa bahwa dia lebih mulia darimu.”

Dalam Syu’abul Iman, Imam Syafi’i berkata, “Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah menampakkan kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah menampakkan kemuliannya.”

Di dalam buku yang sama, disebutkan bahwa Abdullah bin Al-Mubarrok berkata, “Puncak dari tawadhu’ adalah engkau meletakkan dirimu di bawah orang yang lebih rendah darimu dalam nikmat Allah, sampai-sampai engkau memberitahukannya bahwa engkau tidaklah semulia dirinya.”

Ibnul Jauzi di dalam Shaidul Khathir-nya menyebutkan contoh tawadhu’ dari salah seorang Khalifah kaum muslimin; Umar bin Abdul Aziz. Suatu ketika, ada seseorang yang berkata kepadanya, “Bila Anda meninggal nanti, kami akan memakamkan Anda di dekat makam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Maka Umar bin Abdul Aziz menjawab, “Menghadap Allah dengan seluruh dosa selain kemusyrikan lebih aku sukai, daripada menganggap diriku layak mendapatkan penghormatan seperti itu.”

About ZulkifliMA

Check Also

Bangga Menjadi Ummat Muhammad SAW #2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *