mengingat-dosa-03

Bahaya Meremehkan Dosa dan Berani Melakukannya

Dosa-dosa kecil dalam pandangan seorang manusia, yang tidak dipedulikannya dan dilakukan berulang kali, bisa jadi suatu saat akan menyebabkan petaka besar baginya. Kenapa? Di bawah ini adalah alasannya :

Pertama, melakukan dosa kecil secara terus menerus akan mengubahnya menjadi dosa besar. Sebab tidak ada dosa kecil bila dilakukan secara terus menerus, dan tidak ada dosa besar bila dihapus dengan istighfar. Dengan demikian, siapa yang melakukan dosa –yang menurutnya- kecil secara terus menerus, maka kadangkala bisa menjadi dosa besar di sisi Allah Ta’ala. Karena tindakan tersebut merupakan penentangan terhadap hukum Allah. Demikian juga, itu menunjukkan minimnya rasa malu pelakunya kepada Allah dan ketidak takutan terhadap-Nya.

Kedua, melakukan dosa kecil secara bertahap akan menyebabkan pelakunya nekat mengerjakan dosa-dosa besar setelah itu. Misalnya, orang yang tidak pernah mengendalikan pandangannya, ia tidak akan selamat dari kemungkinan melakukan zina suatu hari nanti. Sebab, pandangan itu dapat membangkitkan gairah syahwat.

Ketiga, meskipun dosa itu kecil, ia dapat menyebabkan manusia terbiasa melakukan kemaksiatan dan menganggapnya sebagai kewajaran serta tidak bisa menghindarinya. Akibatnya, perlawanannya menjadi lemah dan tidak mampu lagi menanggulangi godaannya.

Karena ketiga alasan tersebut dan alasan lainnya, maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan umat ini agar mewaspadai dosa-dosa kecil. Imam Ahmad meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi, bahwa Nabi bersabda :

“Jauhilah oleh kalian meremehkan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya perumpamaan dosa-dosa kecil itu seperti kaum yang singgah di tengah lembah, lalu yang ini datang dengan membawa sebatang kayu, hingga mereka membuat api yang dapat mematangkan roti mereka. Sesungguhnya ketika dosa-dosa kecil dilakukan secara terus menerus oleh pelakunya, maka dosa-dosa kecil itu pun membinasakannya.”

Disebutkan dalam riwayat Bukhari bahwa Anas Radhiallahu ‘Anhu berkata, “Sesunggunya kalian benar-benar mengetahui perbuatan-perbuatan yang menurut pandangan yang menurut pandangan kalian lebih kecil dari rambut, namun pada masa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, kami benar-benar menganggapnya termasuk dosa-dosa yang membinasakan.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan di dalam Fathul Bari, XI : 329, bahwa Ibnu Baththal berkata, “Dosa-dosa kecil itu bila dilakukan secara terus menerus, maka akan berubah menjadi dosa besar.” Asad bin Musa meriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu di dalam Az-Zuhud, bahwa ia mengatakan, “Seseorang mengerjakan amal kebaikan, lalu merasa yakin dengan amalnya itu dan melupakan dosa-dosa kecil, sehingga dia akan menghadap Allah dalam keadaan diliputi dosa-dosa kecil.”

Jika wanita meremehkan sejumlah dosa kecil, maka itu sangat membahayakan agamanya. Kita melihat dalam kehidupan manusia bahwa banyak wanita yang terbiasa meremehkan sejumlah dosa, seperti memandang, berbaur dengan kaum laki-laki, berjabat tangan, membicarakan aib orang lain, dan menghasut. Wanita yang berakal sehat harus mewaspadai semua itu dan membiasakan diri dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, baik yang kecil maupun yang besar. Jadi, kebaikan adalah suatu kebiasaan, sedangkan keburukan senantiasa menyertainya.

About ZulkifliMA

Pria kelahiran Pariaman, 15 Nopember 1974 M yang akrab disapa dengan panggilan Ustadz Zul ini memiliki nama lengkap Zulkifli Muhammad Ali. Pemilik situs Zulkiflima.com ini menyelesaikan program pendidikan tingkat kuliahnya di Al-Azhar, Mesir, kemudian melanjutkan studynya di Tripoli, Libiya. Beliau aktif di pengkaderan generasi muda peka ilmu, guna mempersiapkan generasi mendatang yang lebih baik. Selengkapnya tengang beliau, bisa dibaca di sini.

Check Also

2-2

Bangga Menjadi Ummat Muhammad SAW #2

bangga-menjadi-umat-nabi

Bangga Menjadi Ummat Muhammad SAW #1

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *